Category Archives: Manajemen

Pemimpin dan Manajer

Mengutip apa yang di katakan Muhammad Natsir, salah satu tokoh Masyumi
beliau mengatakan seorang pemimpin adalah seseorang yang tanpa batas
dan tidak dibatasi mampu menembus seluruh hirarki yang ada…

seorang pemimpin pastilah manajer tetapi setiap manajer bukanlah seorang
pemimpin…

Baca lebih lanjut

Internet Searching Stimulates Brain

Peneliti menemukan aktivitas mental yang menantang  membantu fungsi otak dalam memanfaatkan internet. 

Para peneliti di University of California Los Angeles, mempelajari orang-orang yang melakukan pencarian situs sembari aktivitas otak mereka direkam dengan alat scan, magnetic resonance imaging (MRI).

Apa yang kami lihat adalah mereka yang melakukan kegiatan berinternet menggunakan lebih banyak otak mereka selama pencarian,” Dr. Gary Small, seorang dokter ahli usia lanjut (geriatri) UCLA, menjelaskan dalam suatu wawancara telepon.

Hal ini menunjukkan bahwa hanya dengan melakukan pencarian di internet dapat melatih otak-yang mungkin dapat menjaga agar otak kita tetap aktif dan sehat,” lanjut Small, yang risetnya diterbitkan di American Journal of Geriatric Psychiatry.

1 Baca lebih lanjut

Uraian Jabatan Training Manager

sumber : portalhr.com dan e-psikologi.com

training-manager2

Dalam rangka meyakinkan pihak manajemen untuk mau melaksanakan suatu program pelatihan tidaklah cukup hanya dengan memaparkan segi-segi persiapan, teknis pelaksanaan dan hasil perubahan perilaku yang diharapkan terjadi setelah peserta mengikuti pelatihan tersebut. Di masa kini tugas para training manager atau training coordinator menjadi lebih berat, karena untuk meyakinkan para kolega mereka (manager dari divisi lain) atau pun pihak Manajemen (Board Of Director),  seorang training manager harus dapat menghitung atau memprediksikan berapa besar nilai Return on Investment (ROI=Pengembalian Keuntungan Investasi) dari sebuah pelatihan yang akan diselenggarakan. Tentu saja untuk melakukan hal ini, seorang training manager dituntut untuk memiliki kemampuan di bidang finansial sehingga dapat menterjemahkan investasi dari program pelatihan tersebut ke dalam angka-angka sehingga dapat dilihat dengan jelas hasil perhitungannya.

training-manager1

Dalam menghadapi tuntutan tersebut diatas tidak jarang beberapa training manager gagal meyakinkan para koleganya sendiri ataupun pihak manajemen, apalagi jika program pelatihan harus bersaing dengan program lain yang diajukan oleh divisi lain yang dengan gampang dapat dihitung nilai investasi maupun keuntungannya. Biasanya jika terjadi hal seperti ini maka hampir dapat dipastikan bahwa program pelatihan akan menjadi prioritas kedua. Kondisi seperti ini seringkali membuat para  training manager menjadi berkecil hati (terutama jika sang manager tidak memiliki pengalaman atau latarbelakang pendidikan di bidang finansial) dan akhirnya menjadi  “malas” untuk mengajukan program pelatihan meskipun program tersebut sudah sangat mendesak untuk dilaksanakan.

Baca lebih lanjut

LearningGarden : Enterprise Competencies and Knowledge Management

Pendahuluan

Pada pertengahan tahun 1980-an, banyak individu dan organisasi mulai tertarik pada peran yang terus meningkat dari pengetahuan untuk dapat bertahan dalam lingkungan yang sangat kompetitif. Persaingan bebas dan internasional telah merubah dengan cepat bagi perusahaan untuk secara serius menekankan pada kualitas, tanggapan, keberagaman dan kustomisasi produk dan jasa. Dan dalam survey 1989, beberapa CEO perusahaan yang termasuk dalam Fortune 50 setuju bahwa pengetahuan merupakan faktor yang sangat fundamental yang berada dibalik keberhasilan perusahaan dan semua aktifitasnya. Mereka mempunyai anggapan bahwa kemampuan perusahaan untuk berkompetisi bergantung pada kualitas aset pengetahuan dan kemampuan pemanfaatannya dengan sempurna. Oleh karena itu banyak perusahaan-perusahaan besar dengan serius mencari cara untuk membangun dan mendapatkan nilai dari aset pengetahuan yang ada di dalam perusahaan mereka itu.

Knowledge Management (KM) merupakan langkah strategis bagi setiap perusahaan untuk mampu memanfaatkan aset pengetahuan. Dan artikel ini menjelaskan KM yang berbasiskan pada direktori kompetensi, sehingga setiap perusahaan akan lebih mampu memahami secara jelas terhadap pengetahuan yang diperlukan untuk mendukung satu kompetensi yang disyaratkan untuk satu pekerjaan tertentu di perusahaan / organisasi. Dan melalui artikel ini juga, perusahaan / organisasi akan memahami bahwa penerapan KM yang didukung sistem yang berbasiskan pada pendekatan direktori kompetensi akan sangat membantu penerapan KM secara sistematik.

Baca lebih lanjut

Kompetensi Perusahaan

Saat ini setiap perusahaan, dalam melakukan pendidikan bagi tenaga kerja menggunakan pendidikan berbasis kompetensi, sesuai dengan strategi perusahaan yang mengutamakan SDM berbasis kompetensi.

Apa yang dimaksud dengan kompetensi? Pada tahun-tahun sebelumnya, setiap tenaga kerja yang baru masuk, diberikan pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan skill dan knowledge agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Namun disadari bahwa peningkatan dari sisi skill dan knowledge saja tidak cukup, karena banyak tenaga kerja yang pandai namun attitude nya kurang, oleh karena itu diperlukan tambahan berupa soft kompetensi.

Baca lebih lanjut