Pemimpin dan Manajer

Mengutip apa yang di katakan Muhammad Natsir, salah satu tokoh Masyumi
beliau mengatakan seorang pemimpin adalah seseorang yang tanpa batas
dan tidak dibatasi mampu menembus seluruh hirarki yang ada…

seorang pemimpin pastilah manajer tetapi setiap manajer bukanlah seorang
pemimpin…

Pemimpin itu landasannya kekuasaan, dengan kekuasaan
yang sulit dibatasi, agar dapat bertindak untuk mencapai tujuan (Napoleon dll.)
. Sementara
manajer itu tidak punya kekuasaan tanpa batas tetapi mendapat wewenang (authority) tertentu /
terbatas dari atasannya, oleh karena itu perlu tools yang disebut manajemen.

Pendapat ahli tersebut diatas juga menyebut, bahwa manajer yang terlalu taat dengan ketentuan /
prosedur justru sulit untuk melakukan perubahan (pro kemapanan).

Otonomi ya susah, privatisasi ya susah, apanya yang salah, konsepnya ? prosedurnya ?
jangan-jangan pelakunya ?

Ada pendapat juga dalam kepemimpinan;  “yang susah dipimpin, juga susah menjadi pemimpin”
karena modal pemimpin yang baik diantaranya adalah “sikap” dan “perilaku”

Teori mengatakan bahwa seorang manajer mempunyai kekuasaan berdasarkan peraturan dan ketetapan.. SK misalnya, sedangkan seorang pemimpin mendapatkan kekuasaan dari konsesus, harapan, dan komitmen yang dibangun bersama dengan orang-orang yang dipimpinnya. Manajer cenderung menghindari konflik, sedangkan pemimpin menganggap bahwa konflik adalah hal yang wajar untuk proses menuju perbaikan dan itu harus dihadapi dan diselesaikan, bukan diserahkan lagi ke atasannya.. Seorang manajer akan memberi perintah kepada bawahan, sedangkan pemimpin akan menjelaskan apa yang perlu dicapai oleh para pengikut sehingga mereka sadar bahwa mereka sangat mempunyai “arti” dalam penciptaan nilai-nilai perusahaan.. akhirnya mereka pun akan melakukan pekerjaan dengan semangat dan motivasi yang muncul dari dalam dirinya.. bukan karena takut pada perintah.

Empat Kriteria Pemimpin Sejati yaitu:

1. Visioner: Punya tujuan pasti dan jelas serta tahu kemana akan membawa para pengikutnya. Tujuan hidup anda adalah poros hidup anda. Andy Stanley dalam bukunya Visioneering, melihat pemimpin yang punya visi dan arah yang jelas, kemungkinan berhasil/sukses lebih besar daripada mereka yang hanya menjalankan sebuah kepemimpinan.

2. Sukses Bersama: Membawa sebanyak mungkin pengikutnya untuk sukses bersamanya. Pemimpin sejati bukanlah mencari sukses atau keuntungan hanya bagi dirinya sendiri, namun ia tidak kuatir dan takut serta malah terbuka untuk mendorong orang-orang yang dipimpin bersama-sama dirinya meraih kesuksesan bersama.

3. Mau Terus Menerus Belajar dan Diajar (Teachable and Learn continuous).

Banyak hal yang harus dipelajari oleh seorang pemimpin jika ia mau terus survive sebagai pemimpin dan dihargai oleh para pengikutnya. Punya hati yang mau diajar baik oleh pemimpin lain ataupun bawahan dan belajar dari pengalaman diri dan orang-orang lain adalah penting bagi seorang Pemimpin. Memperlengkapi diri dengan buku-buku bermutu dan bacaan/bahan yang positif juga bergaul akrab dengan para Pemimpin akan mendorong skill kepemimpinan akan meningkat.

4. Mempersiapkan Calon-calon Pemimpin Masa Depan

Pemimpin Sejati bukanlah orang yang hanya menikmati dan melaksanakan kepemimpinannya seorang diri bagi generasi atau saat dia memimpin saja. Namun, lebih dari itu, dia adalah seorang yang visioner yang mempersiapkan pemimpin berikutnya untuk regenerasi di masa depan. Pemimpin yang mempersiapkan pemimpin berikutnya barulah dapat disebut seorang Pemimpin Sejati. Di bidang apapun dalam berbagai aspek kehidupan ini, seorang Pemimpin sejati pasti dikatakan sukses jika ia mampu menelorkan para pemimpin muda lainnya. “Hadiah terbesar yang diberikan oleh kehidupan adalah kesempatan untuk bekerja keras dalam pekerjaan yang layak dilakukan.” – Theodore Roosevel

Seorang manager belum tentu menjadi seorang pemimpin, tetapi seorang
pemimpin dituntut untuk menjadi seorang manager terlebih dahulu. Agar
mampu bertahan di era perubahan, organisasi bisnis memerlukan generasi
yang baru – yaitu (pemimpin) – bukan manajer. Memahami perbedaan antara manager
dan pemimpin itu penting. Pemimpin menundukkan konteks-konteks,
mengatasi situasi turbulensi, melawan ambiguitas yang menghancurkan
organisasi – sedangkan manajer menyerah kalah.

Berikut adalah perbedaan-perbedaan antara manajer dan pemimpin :

1. Manajer mengatur,  Pemimpin meng-inovasi.
2. Manajer merupakan jiplakan, Pemimpin bersifat orisinil.
3. Manajer memelihara, Pemimpin mengembangkan.
4. Manajer mengandalkan kontrol, Pemimpin mengilhami.
5. Manajer berpandangan sempit, Pemimpin memiliki perspektif luas.
6. Manajer bertanya bagaimana dan kapan, Pemimpin bertanya apa dan mengapa.
7. Manajer menerima status quo, Pemimpin menantangnya.
8. Manajer adalah prajurit yg baik dan klasik, Pemimpin menjadi dirinya sendiri.
9. Manajer menaiki tangga dengan effektif, Pemimpin menciptakan anak tangga dan meletakkan di tempat yang benar.
10. Manajer mengerjakan berbagai hal dengan tepat, Pemimpin mengerjakan hal yang tepat.

Marsekal Sir William Slim (komandan Angkatan bersenjata Inggris ke 14
dalam perebutan Burma dari tangan Jepang) menulis :
“Manajer memang dibutuhkan, tetapi pemimpin dipentingkan.
Kepemimpinan berhubungan dengan jiwa yaitu gabungan antara kepribadian
dan visi.
Sementara manajemen berhubungan dengan pikiran, lebih
memperhatikan kalkulasi akurat, statistika, metode, penjadwalan dan
rutinitas”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s